
Timor-Leste Memulai Pembangunan Pusat Konvensi Internasional Baru
25 Mei 2026
Timor-Leste telah memulai pembangunan Pusat Konvensi Internasional baru di kawasan tepi laut pelabuhan lama Dili — sebuah lokasi ikonik dengan aula konferensi, promenade pejalan kaki, akuarium, dan bianglala, yang dijadwalkan dibuka pada 2028 menjelang Keketuaan ASEAN yang dipegang negara ini pada 2029.
Dili, Timor-Leste – 25 Mei 2026: Timor-Leste secara resmi telah memulai pembangunan Pusat Konvensi Internasional yang baru, sebuah proyek penting yang diharapkan memperkuat sektor pariwisata dan penyelenggaraan acara di negara ini menjelang Keketuaan ASEAN pada 2029. Peletakan batu pertama dilakukan pada 20 Mei 2026, bersamaan dengan perayaan kemerdekaan nasional, oleh Perdana Menteri Xanana Gusmão, Presiden José Ramos-Horta, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup Francisco Kalbuadi Lay, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, serta Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles.
Berlokasi di garis pantai kawasan pelabuhan lama Dili, proyek ini akan menghadirkan fasilitas konvensi utama yang dilengkapi ruang konferensi, auditorium, dan aula pameran. Selain itu, akan tersedia pula fasilitas rekreasi dan daya tarik wisata seperti promenade pejalan kaki di sepanjang dermaga, akuarium, bianglala, serta kawasan hiburan dan perbelanjaan.
Pusat konvensi ini akan memainkan peran penting dalam persiapan Timor-Leste menjadi tuan rumah pertemuan besar tingkat regional dan internasional, termasuk acara-acara yang terkait dengan Keketuaan ASEAN pada 2029, seperti Konferensi Tingkat Tinggi Kepala Negara.
"Selain memenuhi komitmen kami terhadap ASEAN, fasilitas konvensi baru ini akan memberikan dorongan besar bagi sektor pariwisata Timor-Leste yang terus berkembang dengan memberi kami kapasitas untuk menyelenggarakan pertemuan dan acara berskala regional maupun internasional," kata Antonio da Silva, Direktur Jenderal Pariwisata. "Hal ini juga akan memperkuat kemampuan kami untuk menarik pasar bernilai tinggi di bidang pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran (MICE) di seluruh Asia Tenggara."
Proyek ini menyusul tiga investasi infrastruktur besar lainnya yang diperkirakan rampung pada 2029 dan akan semakin menopang pertumbuhan pariwisata serta perekonomian Timor-Leste secara lebih luas: peningkatan bandara internasional Dili senilai USD 300 juta, pengalihan fungsi Pelabuhan Teluk Tibar menjadi terminal kapal pesiar, dan Proyek Rehabilitasi Kawasan Tepi Laut Dili.
Tentang Timor-Leste: Dinobatkan oleh sejumlah publikasi sebagai salah satu dari 20 negara teratas untuk dikunjungi pada 2026, Timor-Leste tengah tumbuh menjadi salah satu destinasi perjalanan paling menarik di Asia Tenggara, menawarkan pengalaman yang autentik dan masih alami bagi para pengunjung. Dengan perpaduan khas antara budaya Timor dan warisan Portugis, negara ini memiliki pantai-pantai yang masih asri, terumbu karang yang luar biasa kaya, wisata selam berkelas dunia, lanskap pegunungan yang memukau, dan desa-desa tradisional. Dengan penerbangan internasional langsung ke Australia, Bali, Tiongkok, Malaysia, dan Singapura, Timor-Leste mengundang para wisatawan untuk menemukan tradisi yang kaya, keindahan alam yang luar biasa, dan keramahan penduduknya di sebuah destinasi yang masih benar-benar belum terjamah. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.timorleste.tl
Foto



